LIVE TV

Home / Kriminal / Nasional / Polri

Kamis, 14 Oktober 2021 - 07:08 WIB

Bareskrim Bekuk Penyelenggara dan Pembuat Iklan Judi Online

Jakarta – Jajaran Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim polri, membekuk 19 tersangka yang merupakan penyelenggara dan pembuat iklan judi online. Mereka menyisipkan atau menautkan iklan judi itu di situs resmi pemerintah dan lembaga pendidikan

Kadi Humas Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, pengungkapan kasus ini bermula dari informasi dan berita media online yang menyatakan situs-situs pemerintah dimasuki iklan judi online. Selanjutnya, dilakukan penyelidikan dan dilakukan penangkapan terhadap 19 tersangka di wilayah Boyolali, Bondowoso, Malang, dan Jakarta.

“Total ada 19 pelaku, 17 laki-laki dan dua perempuan,” ujar Argo, di Bareskrim Polri, Rabu (13/10/2021).

Dikatakan Argo, penyelidikan bermula ketika penyidik mengindikasikan adanya sindikat yang memasarkan judi online itu melalui iklan dengan backlink yang dimasukkan ke situs-situs pemerintah.

“Jadi dipasang linklink, kalau diklik misalnya ada Polri.go.id nanti akan keluar sisipan gambar iklan. Kenapa orang-orang ini menggunakan situs pemerintah? Karena untuk iklan ini membutuhkan rating, nanti kalau naik algoritmanya tinggi. Ini tujuannya kenapa menggunakan situs-situs pemerintah. Memanfaatkan akun pemerintah,” ungkapnya.

Setelah mendapatkan backlink itu, kata Argo, melalui teknis kepolisian yang dilakukan, penyidik akhirnya berhasil menangkap tersangka ATR dengan peran sebagai marketing judi online, di Boyolali, Jawa Tengah.

Baca Juga  Kabaharkam Polri Kunjungi Industri Pertahanan dan Keamanan TNI Polri

Selanjutnya dilakukan pengembangan dan menangkap tersangka AN yang berperan menyiapkan akses untuk menyisipkan iklan judi online itu, di Bondowoso. AN tidak sendiri bekerja, dia dibantu tersangka HS. Perannya mengakses situs pemerintah untuk menempatkan link judi online itu. Dari tangan keduanya, polisi menyita telepon selular, perangkat komputer, rekening bank, deposito, STNK, BPKB mobil, dan barang bukti lainnya.

“Ada lagi, kita mengamankan insial NFR di Malang. Dia juga yang mengakses situs pemerintah. Dari keempat tersangka itu saling kenal, karena kerjanya saling berhubungan simbiosis mutualisme, saling mendungkung satu dengan lainnya,” katanya.

Penyidikan tidak berhenti, penyidik kemudian menelusuri pihak yang menyelenggarakan judi online itu. Berdasarkan hasil investigasi didapatkan informasi jika penyelenggaranya ada di kawasan Meruya, Jakarta Barat.

“Kami menemukan IP address, ketemu di daerah Meruya, Jakarta Barat. Kami menemukan penyelenggara judinya, menangkap 14 tersangka laki-laki dan satu perempuan. Jadi banyak ditemukan menggunakan laptop, PC (personal computer), mereka menerima pembayaran judi online, mengumpulkan transaksi keuangan. Kami sedang dalami pelaku sudah berapa tahun melakukan, aksesnya ke mana saja, didalami penyidik,” jelasnya.

Menurut Argo, ada empat situs pemerintah dan ratusan situs lembaga pendidikan yang diakses secara ilegal untuk dimasukkan iklan judi online itu.

Baca Juga  Diklaim Patuhi Kaidah Konservasi Proyek Pembangunan Wisata di Taman Nasional Komodo.

“Sasarannya itu, di lembaga pendidikan yang ada tulisan go.id dan juga di lembaga pendidikan yang ada tulisan ac.id. Sindikat tadi menggunakan backlink, backlink itu dipasang di akun-akun itu yang kalau di klik nanti akan keluar sisipan di sana. Sisipan apa? Sisipan gambar dan iklan,” katanya.

Akibat perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 46 ayat (1), Pasal 46 ayat (2), Pasal 46 ayat 3, junto Pasal 30 ayat (1), Pasal 30 ayat (2) dan Pasal 30 ayat (3) dan atau Pasal 48 ayat (1), Pasal 48 ayat (2), juncto Pasal 32 ayat (1), Pasal 32 ayat (2) dan atau Pasal 45 ayat (2) juncto Pasal 27 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

“Para pelaku juga dikenakan Pasal 303 KUHP (larangan judi) atau Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, dan Pasal 3, Pasal 4, Pasal 10 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang (TPPU),” tegasnya.

 

Share :

Baca Juga

Polri

Kapolres Bersama Pejabat Utama Polres Metro Bekasi Kota Ziarah ke Makam Pahlawan
Pembetukan Satgas Penegak Disiplin Protokol Kesehatan Covid 19 Berbasis Komunitas Di Wilayah Polres Metro Depok

Nasional

Pembentukan Satgas Penegak Disiplin Protokol Kesehatan Covid -19 Berbasis Komunitas Di Wilayah Polres Metro Depok

Nasional

Buka Rakernis Baharkam Polri, Wakapolda Jateng: Perlu Dibangun Komunikasi Publik Sebagai Mediasi Pencair Masalah dan Isu Negatif
Para Buruh Kembali Lakukan Unjuk Rasa Tolak UU Cipta Kerja di Istana dan Kedubes Prancis

Nasional

Hari Ini, Sejumlah Massa Kembali Lakukan Unjuk Rasa Omnibus Law

Nasional

Kapolres Jakarta Timur Lakukan Pengecekan Kampung Tangguh, Ini Harapannya

Kriminal

Dua Remaja Tertangkap Mencuri Sepeda Motor, Jadi Bulan – bulanan Warga Gunung Kidul

Polri

Pencurian Minimarket Perum Mutiara Gading Timur 2

Nasional

Indonesia Bersiap Jadi Tuan Rumah Forum Penangan Bencana Dunia 2022, Jokowi : Kita Jadikan Promosi Wisata