LIVE TV

Home / Nasional

Kamis, 10 Desember 2020 - 13:53 WIB

Bila Izin Terbit Telah Keluar, Vaksinasi Sinovac Covid-19 Akan Mulai Pada 2021

Jakarta – PT Bio Farma (persero) telah memperhitungkan akan melaksanakan program vaksinasi atau penyuntikan vaksin virus Covid-19, vaksin tersebut dari perusahaan asal China, Sinovac. Program vaksinasi akan dilakukan pada bulan Februari 2021.

Namun, program vaksinasi dapat dilakukan jika vaksin Sinovac tersebut telah mempunyai emergency use authorization (EUA) atau izin penggunaan darurat dari otoritas Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Kalau perkiraan saya di Februari itu sudah bisa dilakukan, karena kemungkinan ini akhir Januari kita akan mendapatkan izin EUA-nya. Sehingga karena ini vaksin jadi, begitu mendapat izin BPOM, maka kita bisa langsung menggunakannya,” kata Head of Corporate Communication Bio Farma Iwan Setiawan, Kamis (10/12).

Dirinya mengatakan Bio Farma dan BPOM sedang mendalami dan melakukan uji mutu. Selanjutnya, Bio Farma dan BPOM juga sedang melakukan uji efikasi. Walaupun untuk saat ini vaksin sinovac belum ada memberikan efek samping buruk, efikasi atau kemanjuran hingga daya tahan pada antibodi masih pada tahap pengkajian.

Iwan mengatakan bahwa proses dari efikasi vaksin sinovac telah mencapai 97 persen. Pada jumlah tersebut didapat dari hasil uji klinis yang telah dilakukan di Universitas Padjadjaran. Walaupun demikian, dirinya mengatakan tingkat efikasi 97 persen adalah data sementara sampai Desember 2020.

“Sebetulnya kemarin dalam waktu sebulan itu sudah ada laporan sementara dari efikasinya, itu sudah kita dapatkan bahkan dari tim uji klinis mengatakan bisa sampai 97 persen untuk efikasinya,” tuturnya.

Pada sebelumnya, kandidat vaksin Sinovac, datang ke Indonesia pada Minggu (6/12) lalu sejumlah 1,2 juta buah vaksin. Juru bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi, ia telah menargetkan vaksinasi 1,2 juta dosis vaksin sinovac akan diutamakan khusus tenaga kesehatan yang berada di tujuh provinsi, yaitu pulau Jawa dan Bali.

Pada jumlah dosis tersebut yaitu 1,2 juta dosis, berarti hanya sekitar 600 ribu tenaga kesehatan pada Provinsi Jawa dan Bali yang dapat dilakukan penyuntikan vaksin Sinovac Covid-19.

 

Baca Juga  Kapolri: Pelaku Bom Bunuh Diri Jaringan JAD dan Pernah Ngebom di Jolo Filipina

(Alma Tiara Oktaviani)

 

Share :

Baca Juga

Nasional

Anies Hapus Sanksi Denda Progresif Bagi Pelanggar PSBB
Bareskrim Tetapkan Pengacara Djoko Tjandra Sebagai Tersangka

Kriminal

Bareskrim Tetapkan Pengacara Djoko Tjandra Sebagai Tersangka
Satpol PP : Selama PSBB, Kami Menegaskan Tidak Ada Perayaan Tahun Baru 2021

Nasional

Satpol PP : Selama PSBB, Kami Menegaskan Tidak Ada Perayaan Tahun Baru 2021

Nasional

Pemeriksaan GeNose C19 Resmi Dibuka KAI Pada Empat Stasiun
Kabag Penum Polri

Nasional

Polri : yang Tak Bawa SKIM Tak Boleh Masuk Wilayah Jakarta

Nasional

WNI dari Inggris Diperbolehkan Untuk Kembali Ke Indonesia, Berikut Ketentuannya
Polisi Amankan Mantan Pegawai Asuransi Penyebar Hoaks

Kriminal

Polisi Amankan Mantan Pegawai Asuransi Penyebar Hoaks

Nasional

Apel Pelaksanaan Pembagian Masker Polres Metro Jakarta Utara