LIVE TV

Home / Div Hubinter Polri / Internasional / Nasional / Polri

Senin, 30 Agustus 2021 - 18:55 WIB

Jenderal Bintang Satu Turun Langsung di Pelatihan Pasukan Khusus Garuda Bhayangkara Untuk Misi Perdamaian PBB

Formed Police Unit (FPU) merupakan pasukan khusus yang diakui dunia International dalam menjalani Misi Perdamaian Dunia di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Polisi Republik Indonesia (Polri) selalu ambil bagian dalam misi mulia tersebut dan selalu menjadi kepercayaan PBB dalam memelihara kedamaian dan ketertiban dunia.

Kepercayaan dan apresiasi tinggi PBB serta pemerintah di negara konflik, mulai dari Bosnia, Kroasia, Sudan sampai Afrika Tengah serta negara-negara perwakilan lainnya kepada Polri terus dipertahankan, dijaga bahkan ditingkatkan. Divisi Hubungan International (Divhubinter) Polri terus mendidik dan membina Team Garuda Bhayangkara yang selalu diberangkatkan dalam misi perdamaian setiap tahunnya sebanyak 140 Anggota.

Untuk memastikan Anggotanya benar-benar solid, layak dan mampu serta berintegritas tinggi dan siap, Sang Jenderal Bintang Satu, Karomisinter Divhubinter Polri, Brigjen Pol Krishna Murti turun langsung melihat Garuda Bhayangkara Polri FPU 3 MINUSCA (United Nation Mission Integrated Multidimensional Stabilization in Central African Republic) berlatih dengan begitu kerasnya di Pulau Tegal Mas yang terletak di teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung,

Pria gagah yang sempat viral saat ia begitu beraninya berada terdepan baku tembak dengan teroris pelaku Pemboman Thamrin pada 2016 lalu ini, sejak awal FPU 3 berlatih dan melaksanakan ujian di Serpong, Cikeas sampai Teluk Tegal Mas Lampung terus memantau dan melihat langsung proses pendidikan dan pelatihan yang dilakukan 152 Anggota Garuda Bhayangkara Polriu FPU 3 MINUSCA. .

Baca Juga  Abu Janda Penuhi Panggilan Bareskrim Polri untuk Diperiksa soal Pigai

Kedatangannya meninjau langsung pelatihan FPU 3 MINUSCA untuk memastikan kesiapan pasukannya. Baik dalam hal kepemimpinan (Leadership), managerial team atau kekompakan dalam bekerjasama, membangun kesolidtan antan team, kedisiplinan, prilaku, fokus, kewaspadaan, kesigapan, kemampuan mengantisipasi segala bentuk teror, penyergapan, perlindungan warga sampai dengan penembakan yang benar-benar tepat sasaran dan juga waspada terhadap ranjau atau jebakan serta serangan granat yang mungkin terjadi.

“Saya harus memastikan seluruh Anggota FPU 3 MINUSCA ini siap dalam segala kemampuannya untuk diberangkatkan melaksanakan misi perdamaian ini,” tegas Krishna Murti.

“Mereka akan bekerja dalam hal penegakkan HAM (Hak Asasi Manusia) di wilayah konflik. Bertugas memberikan keamanan kepada warga dan mengamankan warga masyarakat yang jadi pengungsi di dalam negaranya sendiri. Kita juga akan membangun kepolisian disana (Afrika Tengah), untuk menguatkan kepolisian disana. Karena kepolisian mereka masih dalam kondisi kolaps. Dan mereka akan menghadapi pertempuan yang mungkin terjadi di dalam wilayah tersebut. Misi ini sangat berbeda dengan misi lainnya di seluruh dunia,” sambungnya.

Pria yang pernah bertugas sebagai Staf Perencanaan PBB di New York ini mengatakan, misi MINUSCA ini khususnya Indonesia, harus memenuhi standar yang memang telah ditentukan oleh PBB.

“Kita diminta membentuk pasukan khusus ini untuk kita kirim ke Afrika Tengah yang sampai saat ini masih terjadi konflik, antara pemberontak dengan pemerintah, antar suku dan lain sebagainya. Kita memiliki misi untuk mendamaikan dengan cara-cara humanis. Namun juga kadang terjadi teror dan pertempuran disana. Ini yang harus kita waspadai. Karena itu perlu bekal yang kuat untuk team ini (FPU 3),” jelas Krishna.

Baca Juga  Presiden Jokowi Apresiasi Kerja Keras Wali Kota Tangani Covid-19

Secara langsung, Jenderal yang begitu dekat dengan seluruh anggotanya ini memperlihatkan kemampuan dan ketajamannya dalam menembak. Di Pulau Tegal Mas, ia menembak dengan laras panjang yang terisi 3 butir peluru dengan jarak 35 meter, menembak sasaran botol kaleng minuman bersoda. Ketiga peluru tersebut tepat mengenai sasaran.

Tidak itu saja, ia juga melatih FPU 3 dalam hal kepemimpinan dengan membentuk kepercayaan antara bawahan kepada pimpinan. Pasukan tersebut hanya mendengarkan intruksi pimpinannya saat membuat jembatan untuk mencapai satu tujuan. Dan hal itu berhasil meski harus mengarungi lautan.

Termasuk juga dengan kerasnya ia meminta pasukan FPU 3 untuk mengantisipasi ranjau sekaligus mengamankannya agar tak terjadi ledakan. Kemampuan anggotanya dalam menganalisa target dan tujuan juga diberikan olehnya. Sampai akhirnya 152 Garuda Bhayangkara Polri FPU 3 MINUSCA siap dilakukan pembaretan untuk selanjutnya diberangkatkan dalam Misi Perdamaian PBB ke Afrika Tengah pada 11 September mendatang.

“Anggota kami sudah siap 100 persen dalam misi perdamaian ini,” singkat Krishna Murti.

Share :

Baca Juga

Kejaksaan Negeri Bogor Terima Pengembalian Dana Korupsi Rp 1,5 Miliar

Nasional

Kejaksaan Negeri Bogor Terima Pengembalian Dana Korupsi Rp 1,5 Miliar
Alasan Sepele! Dua Perempuan Jadi Korban Penusukan di Taman Menara Eiffel

Internasional

Alasan Sepele! Dua Perempuan Jadi Korban Penusukan di Taman Menara Eiffel
Satresnarkoba Polres Merauke Ungkap Kasus Narkoba dan Miras Illegal

Kriminal

Satresnarkoba Polres Merauke Ungkap Kasus Narkoba dan Miras Illegal
Pegawai Puskesmas di Kota Tegal Meninggal Akibat Terkena Covid-19

Nasional

Pegawai Puskesmas di Kota Tegal Meninggal Akibat Terkena Covid-19

Nasional

Petugas PLN Di Tangerang Tewas Kesetrum Saat Benahi Kabel

Nasional

Siapkan Dana Untuk Pembiayaan Perumahan 2021, Pemerintah Mengeluarkan Rp30T

Nasional

KNKT: Investigasi Sriwijaya Air SJ-182 Diungkap Usai 30 Hari Kecelakaan

Nasional

7 Pernyataan Sikap Dikeluarkan Komponen Merah Putih Papua