LIVE TV

Home / Nasional / Polri

Senin, 1 Februari 2021 - 12:17 WIB

Kemenkes sebut Vaksin Covid-19 Sinovac Tak Mungkin Sebabkan Infeksi Corona

Jakarta – Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi mengatakan bahwa vaksin virus corona (SARS-CoV-2) asal perusahaan China Sinovac hampir tak mungkin membuat seseorang justru terinfeksi Covid-19.

Penjelasan itu sekaligus menjawab kejadian dua pimpinan daerah yakni Bupati Sleman, Sri Purnomo dan Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna yang terpapar Covid-19 usai menerima suntikan dosis pertama vaksin Sinovac pada Kamis (14/1) lalu.

“Vaksin Sinovac adalah vaksin berisi virus mati atau inactivated. Jadi hampir tidak mungkin menyebabkan seseorang terinfeksi,” kata Nadia.

Nadia mengingatkan, orang yang sudah menerima suntik vaksin pun tak lantas bisa terbebas dari infeksi Covid-19.
Kerja vaksin diketahui sebagai pembentuk kekebalan tubuh terhadap suatu antigen. Akan tetapi pembentukan antibodi tersebut butuh proses.

Itu sebabnya Nadia mengatakan, penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 berupa 3M yakni memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan tetap wajib diterapkan sekalipun telah menjalani vaksinasi.

Baca Juga  Angin Puting Beliung Terjang Waduk Gajah Mungkur Wonogiri

“Seseorang bisa terpapar covid-19 walau sudah divaksinasi,” sambung Nadia.

Penyuntikan vaksin corona Sinovac yang idealnya diberikan dalam dua dosis juga berpengaruh terhadap cara kerja vaksin. Nadia pun menjelaskan, beberapa vaksin seperti cacar air, hepatitis A, juga memerlukan dua dosis vaksin hingga dapat membentuk antibodi dan mencegah infeksi.

“Dari awal juga sudah ditekankan bahwa vaksinasi Covid-19 memang membutuhkan dua kali dosis penyuntikan, sebab sistem imun perlu waktu lewat paparan yang lebih lama untuk mengetahui bagaimana cara efektif melawan virus,” imbuh dia lagi.

Nadia menduga, Bupati Sleman dan Wakil Wali Kota Depok menjalani vaksinasi pertama ketika dalam masa inkubasi atau sudah terpapar virus corona namun belum bergejala.

Menurut dia, secara alamiah waktu antara paparan dan munculnya gejala virus adalah sekitar 5-6 hari usai terinfeksi. Meski begitu, Nadia mengatakan temuan ini akan tetap dilaporkan sebagai Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

Baca Juga  Tim Gabungan TNI Dan Polri Berhasil Ringkus Jaringan Narkoba Internasional Dan Sita 12 Kg Sabu

Sebelumnya dua pemimpin daerah di Kota Depok dan Kabupaten Sleman dikonfirmasi terpapar virus corona tak lama setelah menjalani vaksinasi dosis pertama vaksin Sinovac. Keduanya menjalani vaksinasi pada Kamis (14/1) lalu.

Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna dinyatakan positif Covid-19 berdasar hasil tes Polymerase Chain Reaction (PCR) keluar pada Sabtu (30/1). Atas temuan itu, Pradi lantas dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok untuk menjalani perawatan.

Pradi diboyong ke sana karena sempat mengeluh demam setidaknya selama lima hari.

Kemudian, Bupati Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Purnomo dinyatakan positif Covid-19 usai hasil pemeriksaan PCR atas dirinya keluar pada Kamis (21/1). Tapi Purnomo meyakini, dirinya terpapar Covid-19 bukan dari suntikan vaksin.

(Egi Saefullah Achmad)

Share :

Baca Juga

Nasional

Bareskrim Polri Serahkan Rizieq Shihab dan 5 Tersangka ke Kejaksaan Agung Hari Ini

Nasional

Riza Patria Kembali ke Balai Kota Setelah Sembuh dari Covid-19
Bareskrim Bekuk Penyelenggara dan Pembuat Iklan Judi Online

Kriminal

Bareskrim Bekuk Penyelenggara dan Pembuat Iklan Judi Online

Nasional

Seorang Pria Paruh Baya Tewas Tersambar Kereta di Perlintasan Kereta Api Kemiri Muka
Polrestabes Surabaya Tembak Mati 2 bandar sabu, 20 Kg Sabu Diamankan

Kriminal

Polrestabes Surabaya Tembak Mati 2 Bandar Sabu, 20 Kg Sabu Diamankan

Nasional

Jokowi: Kalau Diminta Jadi yang Pertama Disuntik Vaksin Covid-19 Saya Siap, Asal…

Polri

Polsek Bekasi Kota Peduli Korban Banjir
Demo Buruh di Konawe Berujung Ricuh Hingga Melakukan Pembakaran

Nasional

Demo Buruh di Konawe Berujung Ricuh Hingga Melakukan Pembakaran