LIVE TV

Home / Nasional / Polri

Jumat, 4 Desember 2020 - 15:03 WIB

KPK Sita Dokumen Izin Ekspor Benur, Setelah Geledah Rumah Istri Edhy Prabowo

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di rumah dinas istri Edhy Prabowo, Iis Rosita Dewi, di Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (3/12). Upaya penggeledahan tersebut dilakukan untuk kepentingan penyidikan kasus dugaan suap terkait izin ekspor benih lobster atau benur.

Iis diketahui merupakan Anggota Komisi V DPR yang membidangi Infrastruktur, Transportasi, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, serta Pencarian dan Pertolongan.

“Penggeledahan dilakukan sampai dengan pukul 24.00 WIB,” ujar Plt. Ali Fikri, Juru Bicara Penindakan KPK, Jumat (4/12).

Ali mengatakan penyidik telah mengamankan sejumlah dokumen dan barang elektronik terkait dugaan korupsi atas izin ekspor benur. Barang-barang tersebut akan dianalisis lebih dalam untuk kemudian dapat disita, ujar Ali.

Baca Juga  Polrestabes Medan, Ringkus Komplotan Rampok Berseragam Polisi.

Menurut Undang-Undang lama tentang KPK, penyitaan bisa langsung dilakukan oleh tim penyidik atas seizin pengadilan setempat, atau langsung disita dalam keadaan mendesak. Namun, setelah Undang-Undang KPK diperbarui, semua bentuk penyitaan harus atas seizin Dewan Pengawas KPK.

Sejauh ini, Lembaga antirasuah sudah menggeledah lima lokasi. Selain rumah dinas Iis, KPK telah menggeledah yakni Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, rumah dinas Edhy Prabowo, Kantor PT Aero Citra Kargo (ACK) dan Kantor PT Dua Putra Perkasa (DPP).

Saat proses penyelidikan berlangsung, Edhy Prabowo selaku tersangka telah mengakui menerima suap kepemilikan sejumlah barang mewah yang diamankan oleh tim KPK saat operasi tangkap tangan, Rabu (25/11) lalu.

Baca Juga  Polres Metro Jakarta Utara Ungkap Kasus Penipuan Dan Penggelapan Berkedok Indonesia Giveaway Baim Wong

“Saya dikonfrontasi dengan bukti-bukti. Itu saya akui semuanya. Barang-barang yang saya belanjain di Amerika [Serikat]. Baju, apa, semuanya,” ujar Edhy.

KPK telah mengamankan sejumlah barang mewah yang dibeli Edhy saat berada di Honolulu, Amerika Serikat. Barang-barang mewah itu antara lain Jam Tangan Rolex, Tas Koper Turni, Tas Koper LV, Tas Hermes, Jam Jacob n Co, hingga Baju Old Navy. Total Belanjaan tersebut ditaksir senilai Rp 750 juta. Uang tersebut diduga berasal dari suap terkait izin ekspor benih lobster.

Selain Edhy, KPK juga menetapkan enam orang tersangka lainnya sebagai tersangka kasus yang sama. Mereka terdiri dari staf khusus Edhy, staf khusus istri Edhy, hingga pihak swasta.

(Egi Saefullah Achmad)

Share :

Baca Juga

Nasional

Diduga Terpeleset Saat Memancing, Seorang Pemancing Mengambang Di Kali Baru PIK

Nasional

Divhubinter Polri Adakan Kegiatan Sosialisasi Kepada Mantan – Mantan Peacekeeper

Nasional

Wujudkan Sinergitas TNI-Polri, Polres Metro Jakarta Utara Beri Kejutan Di Hut TNI ke-75

Polri

Bantuan Sembako Warga Bantargebang Dalam Rangka HUT Polwan Ke-72
TNI Laporkan KKB Tembak Dua Warga Papua di Ilaga

Nasional

TNI Laporkan KKB Tembak Dua Warga Papua di Ilaga
4 Bandar Narkoba Di Kampung Muara Bahari Di Bekuk

Kriminal

4 Bandar Narkoba Di Kampung Muara Bahari Di Bekuk
Kapolri Perintahkan Anggotanya Bantu Penegakan Protokol Kesehatan Covid-19

Nasional

Kapolri Perintahkan Anggotanya Bantu Penegakan Protokol Kesehatan Covid-19

Kriminal

Artis Millen Cyrus Ditangkap Karena Gunakan Narkoba