LIVE TV

Home / Ekonomi / Nasional

Rabu, 11 November 2020 - 18:32 WIB

Kualitas SDM Menjadi Kunci Indonesia Menuju Negara Maju

Jakarta – Menteri Riset dan Teknologi sekaligus Kepala Badan Riset Inovasi Nasional Indonesia, Bambang Brodjonegoro menyatakan bahwa kunci agar bisa menjadi negara maju adalah dengan memperbaiki kualitas sumber daya manusia (SDM).

Dengan begitu, Indonesia dapat mengedepankan ekonomi berbasis inovasi sehingga tidak hanya sekadar mengolah tetapi juga membuat sesuatu yang baru dan inovatif.

“Target terdekat kita adalah harus mulai memperkuat struktur ekonomi, salah satunya dengan lebih meningkatkan daya saing dari sektor manufaktur. Sehingga ekonomi Indonesia bukan lagi hanya menggantukan diri pada Sumber Daya Alam (SDA) menjadi berbasis pada pengelolahan sumber daya alam sendiri,” ujar Menteri Bambang dalam Webina yang diadakan oleh Insan Bisnis dan Industri Manufaktur Indonesia (IBIMA), Selasa (10/11/2020).

Hal ini disampaikan oleh Menteri Bambang, sebagai perwujudan dari mimpi 100 tahun Indonesia Meredeka untuk menjadi sebuah Negara Berpendapatan Tinggi di tahun 2045.

Baca Juga  Terminal Kampung Rambutan Masih Sepi Penumpang Jelang Cuti Bersama

“Tentu bukan hal yang otomatis dan perlu kita tingkatkan, karena tidak semua negara bisa sampai di titik itu,” ucapnya.

Indonesia tidak bisa terus menerus bergantung pada hasil alam yang kaya, dalam paparannya Menteri Bambang mengambil contoh negara – negara kecil yang sumber daya alamnya sedikit tapi tergolong negara yang maju kedua negara yang dimaksud adalah Swedia dan Korea Selatan.

“Yang membuat Korea Selatan dan Swedia kelaur dari fase – fase middle icome trap itu adalah sumber daya manusia mereka yang kapasitas terus berkembang sehingga tyang harus kita kembangkan saat ini ya SDM kita juga,” imbuh Menteri Bambang.

Baca Juga  KPK Panggil Politikus PPP untuk Tindaklanjuti Laporan Gratifikasi Suharso Monoarfa

Selain itu, Kapasitas SDM yang mumpuni. Menurut Bambang mereka yang memiliki kemampuan menyusun  riset, mengembangkannya sampai ke tahap hilirisasi hasil riset. Resit yang dihasilkan tentuya harus mampu membawa Indonesia ke dalam upayah peningkatan

produktivitas, peningatan investasi, menghasilkan masyarakat teknologi dan perbaikan pasar tenaga kerja. Diharapkan, manufakturnya bukan hanya lagi mengolah sumber daya alam tetapi berbasis inovasi dan mengundang penemuan baru.

Program ini dilaksanakan dalam rangka perwujudan visi IBIMA yaitu menjadi lembaga yang terkemukan sebagai penggerak, fisilitator maupun integrator dalam pembangunan industri nasional dengan produktivitas dan daya saing berkelas dunia untuk membangun industri berdikasi serta sejahtera dan kontribusi industri terhadap GDP di tahun 2030 lebih besar dari 30 persen.

Share :

Baca Juga

Nasional

Per 1 Januari Indonesia Menutup Akses Kedatangan WNA

Nasional

Kegiatan Edukasi dan Pendisiplinan Kepada Masyarakat Tentang Penerapan Protokol Kesehatan Saat Pandemi Virus Covid 19

Nasional

Kadiv Humas Polri Prihatin Anak-Anak Lebih Hafal Lagu yang Terdapat di Tiktok

Nasional

Sebanyak 69 Kepala Daerah Ditegur Mendagri karena Tak Patuh Protokol Kesehatan

Nasional

Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19, Polsek Tambora Bersama Tiga Pilar Lakukan Ops Yustisi
Ibu Mahfud MD Ketakutan ketika Rumahnya Dikepung Massa

Nasional

Ibu Mahfud MD Ketakutan ketika Rumahnya Dikepung Massa
Narapidana Kasus Narkoba di Jayapura Melarikan Diri Dengan Cara Merusak Pagar

Nasional

Narapidana Kasus Narkoba di Jayapura Melarikan Diri Dengan Cara Merusak Pagar
19 Orang di Ternate Diamankan Polisi Usai Aksi Demo Omnibus Law

Nasional

19 Orang di Ternate Diamankan Polisi Usai Aksi Demo Omnibus Law