LIVE TV

Home / Nasional / Polri

Jumat, 23 Oktober 2020 - 12:34 WIB

Lantaran Cemburu Miliki Suami. Pria Sibolga Unggah Foto Selingkuhan Usai Bercinta

SUMATERA UTARA – Lantara cemburu, pria di Sibolga, Sumatera Utara (Sumut) nekat memposting foto di media sosial bersama pasangannya tanpa busana usai berhubungan intim di salah satu hotel pada Agustus 2020. Diketahui pria tersebut adalah selingkuhannya. Pria ini berinisial HL (43) dan perempuan tersebut LS.

“Tersangka memposting foto itu karena cemburu karena cemburu LS memiliki suami. Maksud tersangka jangan ada lagi orang lain yang mengganggu korban,” kata Kasubbag Humas Polres Sibolga, Iptu R Sormin, Kamis (22/10/2020).

LS yang sudah mempunyai suami, berawal dari temannya yang beri tahu bahwa di media sosial miliknya ada unggahan fotonya bersama HL.

Baca Juga  Puluhan Mahasiswa Demo Di Depan Pemerintah Kota Bekasi

Sormin mengatakan, korban LS yang keberatan dan malu karena korban masih mempunyai suami dan tersangka tidak meminta izin membuat posting-an itu kemudian melaporkan HL ke polisi pada Kamis (15/10/2020).

Tersangka mengaku berselingkuh dan melakukan hubungan suami-istri dengan korban kurang-lebih selama 2 tahun.

Untuk menindaklanjuti laporan LS, polisi kemudian menangkap HL di depan salah satu warung di Jalan SM Raja, Sibolga, Sumatera Utara, pukul 14.00 WIB, Kamis (15/10/2020).

Baca Juga  Secara Resmi, Pemerintah Perpanjang Masa Larangan WNA ke Indonesia Selama Dua Pekan

HL lalu ditetapkan menjadi tersangka dan dijerat Pasal 45 ayat (1) dan Pasal 45 ayat (3) UU tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Dan terancam pidana maksimal 6 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar.

HL kemudian dibawa ke kantor polisi untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Saat diperiksa, HL juga sudah berumah tangga dan memiliki dua orang anak. Kini tersangka telah ditahan di RTP Polres Sibolga.

 

Share :

Baca Juga

Internasional

Boeing Beri Tanggapan Terkait Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ182
Polri Akui Sulit Terapkan Protokol Kesehatan di Rutan Bareskrim

Nasional

Polri Akui Sulit Terapkan Protokol Kesehatan di Rutan Bareskrim
Kejaksaan Negeri Bogor Terima Pengembalian Dana Korupsi Rp 1,5 Miliar

Nasional

Kejaksaan Negeri Bogor Terima Pengembalian Dana Korupsi Rp 1,5 Miliar

Nasional

5 Kapal Sitaan Nelayan Asing Ditenggelamkan di Kepulauan Riau
Polres Jakarta Utara Gelar Syukuran Bhayangkara

Nasional

Polres Jakarta Utara Gelar Syukuran HUT Bhayangkara ke – 74

Nasional

Tabung Gas Meledak Di Bekasi Tiga Rumah Dan Mobil Rusak
Mulai Besok, Amerika Akan Blokir Aplikasi Tiktok dan WeChat Amerika Serikat – Perselisihan antara Amerika Serikat dan perusahaan asal China pembuat TikTok, ByteDance belum usai. Kementerian Perdagangan Amerika Serikat (AS) menyatakan pada Jumat (18/9) berencana membatasi akses dua aplikasi populer asal China, TikTok dan WeChat, mulai Minggu (20/9). Otoritas melarang pengunduhan (download) aplikasi TikTok dan secara efektif memblokir penggunaan WeChat. Pengguna TikTok tidak akan lagi bisa mengunduh pembaruan aplikasi, namun buat pengguna yang sudah mengunduh bisa menggunakannya hingga 12 November. Sementara WeChat bakal lumpuh sepenuhnya di AS. Namun, belum jelas apakah pengguna lama yang sebelumnya telah meng-install kedua aplikasi tersebut akan tetap bisa menggunakan layanan atau tidak. Berdasarkan laporan Reuters perintah ini hanya akan berlaku khusus untuk kedua aplikasi tersebut. Artinya, aplikasi besutan ByteDance dan Tencent lainnya tak akan ikut diblokir. Meski bakal berlaku dalam hitungan beberap jam lagi, perintah ini disebut masih bisa dibatalkan oleh Trump, dengan syarat ByteDance dan Oracle telah mencapai kata sepakat atas penanganan data pengguna TikTok di AS. Belum diketahui apakah pemblokiran kedua aplikasi ini akan berlaku secara permanen atau tidak, jika memang benar terwujud. Yang jelas, TikTok sendiri, merespons perintah teranyar Trump tadi dengan mengatakan bahwa pihaknya bakal terus melakukan berbagai hal agar operasi TikTok, serta penanganan data penggunanya di AS, dibuat se-transparan mungkin. Pemblokiran juga dipercaya bakal berpotensi membuat kesepakatan perusahaan AS dan TikTok yang dimiliki perusahaan China, ByteDance, lebih mengamankan data pengguna yang menjadi kekhawatiran AS. TikTok mengecam pemblokiran itu dan mengatakan bakal terus melawan administrasi Trump di pengadilan. saat ini tiktok memiliki lebih dari 100 juta pengguna di AS. Aplikasi yang menyajikan konten video singkat ini sangat digemari di seluruh dunia. WeChat adalah aplikasi yang dimiliki raksasa teknologi China, Tencent. WeChat banyak digunakan warga China di AS untuk berkomunikasi dengan orang-orang kampung halaman. Setelah diberlakukan pelarangan, layanan WeChat akan 'terdegradasi' karena dukungan digital yang mendukung aplikasi itu bakal berhenti.

Ekonomi

Fantastis! Total Denda PSBB DKI Terkumpul Rp191 Juta
Enam Pelaku Begal di Tol Wiyoto Wiyono Diringkus Polisi

Kriminal

Enam Pelaku Begal di Tol Wiyoto Wiyono Diringkus Polisi