LIVE TV

Home / Ekonomi / Nasional

Selasa, 27 Juli 2021 - 10:13 WIB

Miris, Proyek Jalan Provinsi di Wolwal-Alor Dinilai Asal Jadi

KALABAHI – Proyek Peningkatan Jalan Provinsi ruas Watatuku (SP. Mola) – Matataben di wilayah Kecamatan Alor Barat Daya, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dikerjakan oleh PT. Karya Baru Calisa dinilai asal jadi oleh masyarakat setempat.

 

Pantauan TRIBRATA TV Humas Polri Selasa (27/07/2021) pagi di wilayah Desa Wolwal, Kecamatan Alor Barat Daya, terpantau kondisi jalan sudah ada yang rusak. Padahal, jalan ini baru saja selesai dikerjakan pada akhir Juni 2021 lalu.

 

 

Kerusakan jalan ini mulai terlihat dari terangkatnya beberapa lapisan aspal dan terjadi retakan di bagian bibir jalan. Akibat dari kondisi ini membuat sejumlah masyarakat gerah dan menilai proyek ruas jalan yang menelan anggaran negara senilai miliaran rupiah itu dikerjakan hanya asal jadi. Warga juga mendesak kontraktor pelaksana proyek untuk segera memperbaiki karena masih dalam jangka waktu pemeliharaan.

 

“Kualitas jalan sangat tidak baik dan sangat memprihatinkan, baru satu bulan saja jalan sudah mulai rusak, berbeda dengan proyek-proyek jalan yang dulu. Proyek jalan ini dilakukan seperti asal jadi, padahal anggarannya senilai miliaran rupiah, kontraktor harus bertanggungjawab segera perbaiki jalan yang sudah mulai rusak-rusak,” kata Erwin Steven Padademang, salah satu aktivis muda NTT asal Desa Wolwal kepada Tribrata TV Humas Polri, Selasa pagi.

Baca Juga  Kabareskrim Ingatkan Jajarannya : Kasus Penerbitan ‘Surat Jalan’ Djoko Chandra Jangan Terulang !

 

“Jadi begini, seluruh ruas jalan provinsi di NTT dikerjakan menggunakan dana pinjaman dari PT SMI, termasuk ruas jalan watatuku-mataraben jadi kualitasnya mesti di jaga karena toh pada akhirnya masyrakat yang akan membayar hutang pinjaman itu lewat pajak. Kami sudah memberi peringatan kepada kontraktor ketika ruas jalan ini dikerjakan,” jelas Erwin.

 

Dia juga menegaskan, jika kontraktor tidak bertanggungjawab, warga akan melakukan aksi damai dan melaporkan kontraktor pelaksana ke penegak hukum yang berwenang untuk diaudit.

 

“kalau kontraktor tidak mau kerja dalam waktu pemeliharaan, sudah saatnya demo tutup jalan dan kita buat laporan ke aparat hukum saja, sehingga bisa tahu lebih jelas, jangan sampai proyek jalan ini dikerjakan tidak sesuai spesifikasi seperti di dokumen proyek, makanya baru sebulan tapi jalan sudah rusak,” tegas Erwin.

 

Erwin juga menjadi tanya terkait proyek ruas jalan provinsi tersebut, pasalnya di wilayah lain di kabupaten Alor, ia melihat usai proyek pengerjaan jalan provinsi, pihak kontraktor melanjutkan pekerjaan cor di area bahu jalan yang tidak diaspal sebagai upaya pelindung erosi, di sepanjang ruas jalan provinsi di wilayah Wolwal tidak demikian.

Baca Juga  Tim Pemburu Preman Polres Jakbar Amankan Tujuh Remaja yang Lakukan Balap Liar

 

“Sebagai warga dan pengguna jalan ini, kami juga menjadi tanda tanya, kenapa kok jalan tersebut sambungannya tidak disiram tanah putih juga dan kontraktor tidak mau kerja lanjut, di beberapa wilayah lain, setelah selesai proyek pengerjaan jalan dilanjutkan dengan cor bagian samping kiri kanan yang tidak diaspal seperti yang saya lihat di arah Mainang, jika tida Cor minimal ada penimbunan sertu di bahu jalan, ini menjadi tanda tanya,” Kata Erwin.

 

Informasi yang dihimpun media, ruas jalan tersebut dikerjakan Kontraktor Pelaksana proyek atas nama PT. Karya Baru Calisa. Nama Paket: Peningkatan Jalan Watatuku (SP. Mola) – Matataben. Nilai Kontrak: 7. 7.703.681.000, 00 (Tujuh milyar tujuh ratus, tiga juta enam ratus delapan puluh satu rupiah) yang bersumber dari APBD provinsi NTT tahun anggaran 2020. Waktu pelaksana proyek: 180 hari kalender dan waktu pemeliharaan: 365 hari kalender.

 

Hingga berita ini ditayangkan, kontraktor pelaksana proyek yang berusaha dikonfirmasi namun belum berhasil juga.

(Tim/ NTT).

Share :

Baca Juga

Nasional

Gubernur DKI Jakarta Melarang ASN DKI Keluar Kota Saat Libur Natal dan Tahun Baru

Nasional

Bareskrim Polri Menerima Masukan Dari Siapapun Terkait Penyerangan Laskar FPI
Rizieq Shihab Tolak Diperiksa dalam kasus Kerumunan di Megamendung Bandung

Nasional

Rizieq Shihab Tolak Diperiksa dalam kasus Kerumunan di Megamendung Bandung

Nasional

Polri Perpanjang Penahanan Ambroncius Nababan Terkait Kasus Rasisme
Massa Puncak Kampanye Pilkada 2020 Semakin Dekat, Massa dan Guru Diimbau Independen

Nasional

Masa Puncak Kampanye Pilkada 2020 Semakin Dekat, Masa dan Guru Diimbau Independen

Nasional

Kakorlantas Polri Kunjungi Pos PPKM Mikro di Cipayung

Nasional

Dipakai Untuk Provokasi, Polisi Amankan Mobil Komando dan Ambulans Aksi 1812
Sebuah Rumah Kontrakan Ludes Terbakar di Cengkareng

Nasional

Sebuah Rumah Kontrakan Ludes Terbakar di Cengkareng