LIVE TV

Home / Nasional

Selasa, 29 September 2020 - 09:55 WIB

Polisi Gandeng Ahli PUPR dan BPOM Untuk Dalami Kasus Kebakaran Kejagung

JAKARTA – Bareskrim Polri berikan surat pemanggilan sebagai saksi dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terkait penyidikan kasus kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung.

 “Penyidik mengirimkan surat panggilan kepada ahli dari Kementerian PUPR, BPOM,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Awi Setiyono, Senin (28/9/2020).

Selain itu, penyidik juga turut memanggil penjual minyak pembersih atau “dust cleaner” sebagai saksi.

Lebih lanjut, Awi mengatakan terdapat enam orang dari Kejaksaan Agung yang diperiksa sebagai saksi oleh penyidik. Pemanggilan tersebut dijadwalkan pada pukul 10:00 yang bertempat di Bareskrim Polri.

Baca Juga  KPK Sita Dokumen Izin Ekspor Benur, Setelah Geledah Rumah Istri Edhy Prabowo

“Pukul 10.00 WIB tadi pagi penyidik telah malaksanakan pemeriksaan terhadap enam orang saksi dari kejaksaan agung RI,” kata Awi.

Polisi juga telah memeriksa sekitar 131 saksi yang terdiri dari petugas kebersihan, office boy, pegawai kejaksaan, dan para ahli sebelum menaikkan status perkara itu.

Awi juga menyebut bahwa hari ini penyidik melaksanakan analisa dan evaluasi untuk mengungkap apakah ada unsur kesengajaan atau kelalaian dalam peristiwa terbakarnya gedung utama Korps Adhyaksa itu.

Dari hasil penyelidikan, Bareskrim Polri menyimpulkan bahwa sumber api bukan disebabkan adanya hubungan arus pendek listrik melainkan diduga karena open flame (nyala api terbuka).

Baca Juga  Draf UU Cipta Kerja Terbaru Sudah Diterima oleh MUI dan Muhammadiyah

Api berasal dari lantai 6 Ruang Rapat Biro Kepegawaian Kejaksaan Agung, kemudian api dengan cepat menjalar ke ruangan dan lantai lain karena diduga terdapat cairan minyak yang mengandung senyawa hidrokarbon serta kondisi gedung yang hanya disekat oleh bahan yang mudah terbakar seperti gipsum, lantai parket, panel HPL dan bahan mudah terbakar lainnya.

Penyidik terus memeriksa para saksi untuk menemukan pelaku penyebab terjadinya kebakaran hebat di Gedung Utama Kejaksaan Agung.

Pelaku nantinya bakal dijerat dengan Pasal 187 KUHP dan atau 188 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal kurungan penjara selama 15 tahun.

(Anisha Aprilia)

Share :

Baca Juga

Reisa: Masyarakat Tidak Perlu Khawatir, Vaksin Terjamin Aman

Nasional

Reisa: Masyarakat Tidak Perlu Khawatir, Vaksin Terjamin Aman

Nasional

Kapolri Perintahkan Seluruh Kapolda Agar Direktur Narkoba Polda Jajaran Tidak Lemah
Edhy Prabowo dan 6 Tersangka lainya Isolasi Mandiri 14 Hari di Rutan KPK

Nasional

Edhy Prabowo dan 6 Tersangka lainya Isolasi Mandiri 14 Hari di Rutan KPK

Ekonomi

Program Pemulihan Ekonomi Nasional Akan Tuntas Akhir Tahun

Nasional

Kapolrestro jaktim bagikan masker di pasar jaya enjo

Nasional

Sanksi Denda Pelanggar Protokol Kesehatan di Kota Depok Capai Rp 54 Juta Selama Sebulan

Nasional

Kadiv Humas Polri Buka Kegiatan Pelatihan Peliputan Tanggap Bencana Bagi Wartawan
5 Moge Pengeroyok Prajurit TNI di Bukittinggi Diduga Bodong

Kriminal

5 Moge Pengeroyok Prajurit TNI di Bukittinggi Diduga Bodong