LIVE TV

Home / Kriminal / Nasional / Polri

Senin, 14 Juni 2021 - 18:40 WIB

Preman dan pungli meresahkan wilayah pelabuhan Tanjung Priok diamankan polisi

Jakarta – Jajaran Polres Pelabuhan Tanjung Priok terus menindaklanjuti perintah Kapolri terkait pemberantasan aksi premanisme.

 

Kali ini 11 preman yang biasa beraksi memungli dan memeras para sopir truk kontainer, serta melakukan aksi kejahatan dikawasan Pelabuhan Tanjung Priok, dibekuk personil Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

 

Mereka ditangkap di dua lokasi berbeda, diantaranya 8 pelaku di tangkap di Kawasan Pelabuhan PT JICT Tanjung Priok dan 3 pelaku di Kali Japat Jalan RE Martadinata Jakarta Utara.

 

Di Kawasan Pelabuhan PT JICT Tanjung Priok, ke 8 pelaku merupakan operator Tango/RTG dan supervisor, diantaranya MAG, RD, AS, WW,BEP, RPH, B, dan ZN.

 

Para oknum tersebut melakukan pemerasan kepada para sopir truk dengan cara memasukkan uang dengan nominal yang telah ditentukan ke dalam botol air mineral, dari 5 ribu hingga 20 ribu rupiah. Jika tidak, para operator tersebut akan memperlambat atau bahkan tidak melayani kegiatan bongkar muat.

Baca Juga  Polres Metro Jakarta Timur Berikan Sembako dan Obat-obatan Untuk Warga Terdampak di Cakung Barat

 

Dari para pelaku disita uang hasil pungli sebesar Rp 1.887.000, 8 unit HP berbagai merk, 5 botol air mineral, 8 kantong plastik, 3 lembar screenshoot WA grup para pelaku dan 1 sepatu sepak bola.

 

Sementara 3 preman lainnya ditangkap di lokasi berbeda yaitu di Kali Japat Jalan RE Martadinata Tanjung Priok. Ke tiga preman tersebut diantaranya MA, DS, dan RG.

 

Modus yang dilakukan para pelaku tersebut dengan merusak besi yang digunakan untuk menahan jembatan di Jalan RE Martadinata dari Kali Japat, dengan gergaji dan palu bodem yang dipukulkan ke besi berkali – kali.

Baca Juga  24 Orang Positif Corona Setelah Kontak dengan Anies-Riza

 

Besi – besi curian tersebut selanjutnya dijual kepada penadah sebesar Rp 4.500 per kilogram. Berdasarkan pengakuan, para pelaku sudah dua kali melakukan aksi kejahatan.

.Menurut Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Putu Kholis Aryana, bahwa jembatan jalan tersebut merupakan akses menuju PLTGU Tanjung Priok yang merupakan obyek vital nasional.

 

“Karenanya apabila besi – besi penyangga tersebut tidak ada maka akan berpotensi terjadi longsor dan terputusnya jalan, sehingga menghambat proses distribusi barang,”ujarnya.

 

Para pelaku sendiri dijerat dengan pasal berlapis diantaranya pasal 363, 170, dan 368 KUHP dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara.

Share :

Baca Juga

China Wakili 26 Negara Kritik AS dan Negara Barat Soal HAM

Internasional

China Wakili 26 Negara Kritik AS dan Negara Barat Soal HAM

Ekonomi

Dalam Waktu 2 Jam, Surat Utang Negara Laris Manis Hingga Rp104,68 Triliun

Nasional

Presiden Jokowi Hadiri Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya
Polda Malut

Nasional

Polri Peduli Covid-19, Polda Malut Salurkan 23 Ton Bantuan Beras Kapolri

Nasional

Resmi Jadi Tersangka, Wakil Ketua DPRD Tidak Ditahan. Kenapa?
Polres Jakbar Dukung PJJ Beri Modem dan Kartu Perdana Gratis Untuk Pelajar

Nasional

Polres Jakbar Dukung PJJ Beri Modem dan Kartu Perdana Gratis Untuk Pelajar
Wali Kota Bandung Beri Izin Unjuk Rasa. Asalkan Masyarakat Tetap Menjaga Protokol Kesehatan

Nasional

Wali Kota Bandung Beri Izin Unjuk Rasa. Asal Masyarakat Tetap Menjaga Protokol Kesehatan

Nasional

Imam Kurniawan Komen Tak Senonoh soal Awak Nanggala Jadi Tersangka!