LIVE TV

Home / Nasional

Senin, 23 November 2020 - 10:24 WIB

Satgas Covid-19 Minta Masyarakat Tak Tolak Pelacakan Kontak Covid-19

Jakarta – Keberhasilan pelacakan Covid-19 diyakini akan memudahkan pasien menjalani pemulihan. Namun penolakan petugas tracing Covid-19 masih saja terjadi. Padahal aksi ini bakal membahayakan orang di sekitar mereka sendiri.

Penularan Covid-19 yang makin cepat diketahui akan memudahkan pasien menjalani pemulihan. Namun sebaliknya, bila terlambat, risiko tingkat kematian akan semakin tinggi, apalagi bila pasien juga memiliki penyakit bawaan.

Berdasarkan data dihimpun Satgas Penanganan Covid-19 dari Rumah Sakit Persahabatan Jakarta, ditemukan pasien dengan kategori ringan memiliki risiko kematian nol persen, pasien dengan kategori sedang mencapai 2,6%, pasien kategori berat 5,5% dan pasien kategori kritis memiliki risiko kematian 67,4%.

Baca Juga  Ratusan Buruh Kawasan Industri Bekasi Melakukan Mogok Kerja Hari Ini

“Jadi tidak ada alasan bagi masyarakat untuk menolak pelacakan kontak, penanganan kesehatan adalah sebuah kerja kemanusiaan. Tenaga kesehatan hendak memastikan gejala sakit dikenali lebih awal dan demikian juga dengan riwayat kontak pasien. Semakin cepat diketahui, penularan lebih luas bisa dicegah karena memang mayoritas penderita Covid-19 adalah orang tanpa gejala,” tutur Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo, di Jakarta, Minggu (22/11/2020).

Kasus baru Covid-19 di Indonesia pada Sabtu (21/11/2020) mencatat peningkatan sebesar 4.998 kasus dalam sehari. DKI Jakarta tercatat sebagai provinsi tertinggi penyumbang kasus yakni mencapai 1.579 atau 31,6% dari kasus nasional, menyusul berbagai kasus kerumunan di wilayah ini.

Baca Juga  Menteri Sosial Cek Persiapan Gudang Beras Di Cimahi

Saat ini, Satgas Penanganan Covid-19 bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Daerah  telah menurunkan lebih dari 5.000 relawan pelacak kontak  (tracer) untuk melakukan deteksi awal penularan di 10 prioritas. Namun upaya melakukan pelacakan ternyata tidak mudah karena sebagian masyarakat menolak untuk diperiksa.

 

(Ferian Eka Wibisana)

Share :

Baca Juga

Internasional

Tak Gunakan Masker, Hotman Paris Minta Aparat Tindak Tegas WNA

Kriminal

Ditresnarkoba Polda Jateng Bakar Barang Bukti 23 Ribu Jamu Palsu
Karopenmas Polri

Nasional

Kapolri Keluarkan Telegram Pedoman Pengamanan Pilkada Serentak 2020

Nasional

Tangani 2.382 Kasus Korupsi, Kapolri : Kerugian Negara Capai Rp 7,3 Triliun

Kriminal

Polres Metro Tangerang Kota Gagalkan Peredaran 417 Gram Sabu

Nasional

Polisi Tangkap Pembawa Sabu Seberat 201 Kg Jaringan Timur Tengah di Petamburan
Kota Binjai Dilanda Banjir,Tim SAR : Ratusan Rumah Terendam Hingga 1,5 Meter

Nasional

Kota Binjai Dilanda Banjir, Tim SAR : Ratusan Rumah Terendam Hingga 1,5 Meter

Nasional

14.575 Personel Polda Jateng Siap Amankan Pilkada dan Protokol Kesehatan