LIVE TV

Home / Nasional

Selasa, 17 November 2020 - 16:43 WIB

Pengamat INDEKS : UU Cipta Kerja Merupakan Terobosan Untuk Ciptakan Lapangan Kerja Baru

Jakarta – Di Indonesia jumlah angkatan kerja yang sangat besar dan meningkat setiap tahun, dan kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan  menjadi tantangan terbesar dalam pemenuhan hak atas pekerjaan.

Direktur Eksekutif Institut Demokrasi dan Kesejahteraan Sosial (INDEKS) Nanang Sunandar mengatakan bahwa UU Cipta Kerja adalah kebijakan terobosan yang diperlukan untuk menciptakan lapangan kerja baru sebanyak-banyaknya. Tujuannya ialah agar akses terhadap lapangan kerja yang menyejahterakan bisa dinikmati oleh sebanyak-banyaknya angkatan kerja.

“Kebijakan terobosan ini makin terasa mendesak ketika Indonesia sedang mengalami bonus demografi seperti sekarang, namun secara bersamaan puluhan juta orang kehilangan pekerjaan dan sumber penghasilan karena dampak wabah Covid-19,” ujar Nanang,

Menurutnya, salah satu masalah utama ketenagakerjaan di Indonesia adalah kondisi permintaan dan pasokan tenaga kerja yang jauh dari berimbang. Keadaan ini berdampak sekaligus pada angka pengangguran yang tinggi, juga masalah upah dan kesejahteraan pekerja.

Baca Juga  Obyek Wisata Terapkan Protap Kesehatan

Sebelum UU Cipta Kerja, masalah ini terutama diselesaikan lewat regulasi. Namun, menurut Nanang, penyelesaian yang terlalu bertumpu pada regulasi upah dan kesejahteraan tidak efektif dalam implementasinya, karena bertentangan dengan logika pasar tenaga kerja.

“Karena pasokan jauh lebih besar dari permintaan, angkatan kerja secara alamiah memiliki daya tawar yang cenderung rendah dalam pasar tenaga kerja. Apalagi, sebagian besar angkatan kerja di Indonesia berpendidikan rendah dan kurang terlatih. Ketidakseimbangan inilah asal-muasal masalah upah dan kesejahteraan pekerja,” terang Nanang.

Penyederhanaan berbagai peraturan dalam investasi, perizinan dan proses bisnis, dan ketenagakerjaan dalam UU Cipta Kerja, menurut Nanang, harus dipahami sebagai kesatuan mekanisme dalam menciptakan kondisi yang lebih seimbang antara pasokan dan permintaan tenaga kerja.

Baca Juga  Kapolri akan tempatkan Taruna Akpol pada Polda dengan gangguan kamtibmas tinggi

“Ketika investasi mengalir lancar ke sektor-sektor padat karya, perizinan dan proses bisnis dipermudah, dan regulasi ketenagakerjaan dibuat lebih fleksibel, ini semua akan menciptakan banyak lapangan usaha yang meningkatkan permintaan atas tenaga kerja. Secara otomatis, angka pengangguran yang sekarang melonjak karena wabah akan sangat berkurang,” kata Nanang.

Sementara dari sisi mekanisme pasar daya tawar angkatan kerja akan naik seiring peningkatan permintaan tenaga kerja, UU Cipta Kerja juga memfasilitasi peningkatan keterampilan secara terintegrasi dengan penguatan jaminan sosial ketenagakerjaan. “Pendekatan UU Cipta Kerja mendorong peningkatan kesejahteraan pekerja yang selaras dengan peningkatan produktivitas,” pungkasnya.

(Anisha Aprilia)

Share :

Baca Juga

Nasional

Angin Puting Beliung Terjang Waduk Gajah Mungkur Wonogiri

Nasional

Peduli Kaum Dhuafa yang Terdampak Covid-19, Bhayangkari Cabang Metro Jakarta Barat Salurkan Bantuan Sembako

Nasional

Vaksinasi Perdana Dilakukan Hari Ini Oleh Petinggi Negara Hingga Pedagang

Nasional

Calon Kapolri Listyo Ajak Istri ke Rumah Mendagri Tito untuk Minta Restu
Kapolri Luncurkan Surat Perintah Untuk Perkuat Keamanan Mako Polri

Nasional

Kapolri Terbitkan Surat Perintah Untuk Perkuat Keamanan Mako Polri

Nasional

Kapolri Optimis Kekebalan Komunal Masyarakat Terbentuk pada Agustus-September
Polri Sebut Keluarga Laskar FPI Tolak Diperiksa sebagai Saksi

Nasional

Polri Sebut Keluarga Laskar FPI Tolak Diperiksa sebagai Saksi
Pemprov DKI Akan Anggarkan Dana Lebih Dari Rp 1 Triliun Untuk Mengendalikan Banjir di Jakarta

Nasional

Pemprov DKI Akan Anggarkan Dana Lebih Dari Rp 1 Triliun Untuk Mengendalikan Banjir di Jakarta